Jumat, 26 Juni 2009
Banyak informasi di internet
, mungkin kata itu memang tepat, karena di internet segudang data informasi telah tersedia, tapi untuk menemukan data yang diinginkan tidaklah mudah, meski telah tersedia mesin pencari seperti Google atau Yahoo.Berburu data yang diinginkan di internet memanglah gampang – gampang susah. Disinilah kita di tuntut untuk lebih kreatif dalam menentukan keyword yang dimasukan kedalam box mesin pencari. Jika keyword yang dimasukan sangat umum, makan akan ditampilkan oleh mesin pencari secara luas juga, bahkan cenderung tidak focus dengan data yang kita inginkan.
Coba saja ambil contoh, kita ingin mencari majalah yang dikemas dalam bentuk file PDF. Bisa dibayangkan tidak, keyword apa yang akan dimasukan kedalam kotak mesin pencari tersebut ? Secara gampang – gampangan mungkin kita akan memasukan kata dari nama majalah tersebut, lalu apa yang muncul? Apakah sesuai dengan keinginan kita?
Kebanyakan yang ditampilkan oleh mesin pencari tadi adalah alamat situs dari majalah tersebut, atau bahkan beberapa blog yang mengutip artikel dari majalah tersebut. Dari situ, sebagian user perlahan – lahan menelusuri satu persatu link yang ditampilkan oleh mesin pencari tadi. Tentu saja itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan bias dipastikan, dalam 2 jam, kamu akan duduk tanpa hasil yang memuaskan.
Memang ada seni tersendiri dalam mencari data yang diinginkan dengan mesin pencari. Contoh lain adalah saat kamu ingin mencari file mp3. Keyword apa yang akan dimasukan kedalam kotak mesin pencari? Bila kamu memasukan judul dari lagu tadi, maka dijamin yang muncul bukan link dari file mp3 tadi, tapi kutipan dan informasi tentang lagu tersebut.
Apalagi sejak ditutupnya fasilitas napster yang kondang dengan system pertukaran file mp3 nya di tutup. Sedikit banyak mempengaruhi beberapa situs yang memberikan layanan download file mp3 gratis menjadi berkurang. Nah, untuk mencari file mp3 memang banyak triknya, meski menggunakan fasilitas google.
Sedikit bayangan bagaimana kita bias pass membidik data – data yang diinginkan agar tidak melebar dari criteria yang kita inginkan. Kunci dari pencarian tersebut adalah dengan memberikan sedikit script kedalam kotak pencari tersebut.
Bila kamu ingin mencari file dengan format tertentu, misalnya PDF (karena kebanyakan file majalah gratis menggunakan format PDF). Kamu bisa memanfaatkan mesin pencari. Dan salah satu mesin pencari yang digunakan sebagai contoh kali ini adalah Google.
Berikut langkah – langkahnya :
1. Buka aplikasi browser, dan buka alamat mesin pencari Google ( www.google.com )
2. Kemudian, masukan query pada search box (kotak mesin pencari).
Perhatikan perintah yang dimasukan kedalam search box. ?intitle:index.of? [jenis file] [judul majalah/buku/lagu] Tapi kamu bisa menghilangkan masukan judul majalah. Jadi perintah pencarian yang dimasukan ke search box hanya ?intitle:index.of? pdf saja. Kamu juga bisa hanya memasukan nama majalah saja. Misalnya ingin mencari majalah smart computing. Tambahkan kata smart computing dibelakang query tadi, jadi ?intitle:index.of PDF smart computing.
3. Setelah kamu mendapatkan hasil dari pencarian tadi, kamu bisa melihat link – link yang dihasilkan mesin pencari tersebut. Disini kamu harus jeli menentukan link mana yang berisi file PDF. Karena akan masih ditampilkan hasil yang ternyata tidak menyertakan file PDF didalamnya.
4. Selanjutnya kemu bisa mengklik kanan salah satu dari file tadi dan memilih Save As Target. Selanjutnya tunggu beberapa saat sampai proses download selesai.
Metode ini ternyata sangat ampuh untuk memfokuskan kita dalam mencari file yang diinginkan. Sekarang kamu bisa langsung mencobanya dan selamat berburu file di internet.
Label: Tips n Trik

Bagi kamu yang memiliki blog, pasti melakukan berbagai cara agar Blog
kamu lebih menarik dan dikunjungi oleh banyak pengunjung untuk membaca.
Dari mulai memasangan gambar-gambar yang enak dipandang mata, sampai penggunaan script yang ternyata mampu membuat load Blog kamu semakin berat dan lama.
Performansi yang buruk seperti itu justru bukannya menambah jumlah pengunjung yang akan membaca blog kamu, tapi satu demi satu mungkin akan meninggalkan Blog yang telah dengan susah payah kamu buat.
Lalu, apa yang harus dilakukan?
Cobalah untuk melakukan beberapa hal berikut
1. Mengurangi jumlah penggunaan gambar. Penggunaan gambar akan sangat mempengaruhi kecepatan akses dari suatu blog, hal ini dikarenakan kapasitas untuk satu file saja bisa mencapai beberapa kilobyte(Kb) dan bisa perhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendownload 1 file gambar saja.
2. Mengelompokkan dan memisahkan bagian-bagian isi menjadi perhalaman. Hal ini sangat penting karena tips yang kedua ini bermaksud agar halaman utama atau yang biasa disebut dengan halaman index tidak langsung menampilkan keseluruhan isi dari blog.
3. Kurangi banner-banner yang bergerak. Mungkin ini memang kebiasaan kita untuk bertukar banner, tapi alangkah baiknya kita pisahkan di bagian tertentu dan ukurannya kita perkecil lagi.
4. Dan yang terakhir dan kiranya perlu untuk diperhatikan adalah bagian dari pernak-pernik atau item-item pendukung seperti LinkList, Profile, ShoutBox, dll sebaiknya disembunyikan dalam list menu. Ini berarti item-item tersebut menjadi submenu dari menu diatasnya.
Semoga tips ini bisa berguna untuk kamu
* disadur dari portal.telkomspeedy
Label: Tips n Trik
Selasa, 23 Juni 2009
Di Indonesia terdapat Sejumlah alat musik tradisional,yang tersebar di wilayah :
1.Jawa Barat
2.DKI. Jakarta
3.Nusa Tenggara Timur
4.Kalimantan Barat
5.Kalimantan Selatan
6.Makasar
7.Sulawesi Utara
Label: Alat Musik
Indonesia adalah merupakan sebuah gugus pulau yang terhampar luar, dari Sabang hingga Merauke.
Wilayah yang sangat luas ditambah adanya faktor laut dan gunung, yang cenderung mengurangi interaksi antar daerah tersebut, mengakibatkan lahirnya variasi budaya yang luar bisa, termaksud seni musik tradisional. Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya. Hampir seluruh wilayah memiliki seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Untuk lebih mudah mengenalinya, ia dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yaitu:
Instrumen Musik Perkusi
- Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, (baik menggunakan tangan ataupun stik). Instrumen musik ini antara lain: Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.
Instrumen Musik Petik
- Instrumen musik ini antara lain: Kecapi, Sasando, Sampek dan lain sebagainya.
Instrumen Musik Gesek
- Instrumen musik ini antara lain adalah Rebab.
Instrumen Musik Tiup
Label: Alat Musik
Sejarah tarian ini belum saya ketahui lebih jelas,
Tarian ini berasal dari Aceh,
Tari Aceh Gempar adalah tarian yang dilakukan khusus untuk acara 17 agustus.
Label: Budaya Indonesia
Berasal dari Propinsi : Aceh
Deskripsi :
Tari Kipah Sikarang merupakan seni tari tradisional Aceh Utara yang menunjukkan gerakan - gerakan memukul kipas dengan rytme yang unik dan mengagumkan. Kipas yang digunakan dalam tarian ini adalah kipas yang dijalin khusus, terbuat dari pelepa pinang yang terdiri dari 3 atau 4 lapis yang menimbulkan bunyi yang nyaring dengan berbagai tepukan yang bervariasi sesuai dengan irama gerak dan lagu yang dibawakan.Tari Poh Kipah ini mengandung pesan - pesan keagamaan dan pembangunan danlazimnya disajikan pada saat memperingati kelahiran Rasulullah SAW (Maulid Nabi) dan hari besar Islam lainnya.
Kontributor Youtube : mfadls
Kontributor : Sulanjana
Label: Budaya Indonesia
AK Abdullah, adalah perwira muda militer yang bertugas di bidang Rohdam, ia menceritakan pengalamannya selama bertugas diluar Aceh. Ia sering melihat tarian sirih dalam acara-acara resmi sebagai tanda penghormatan kepada tamu yang datang.
Sedangkan waktu itu adat makan sirih di masyarakat provinsi dimana beliau bertugas tidaklah begitu menonjol seperti di daerah Aceh. Mendengar cerita itu, maka mencari tahu melalui para tetua adat dan menciptakan tari Ranup Lampuan. Setelah proses penciptaan tari selesai, Yuslizar mengundang para tokoh masyarakat, dimaksudkan agar memdapat masukan terhadap tari yang baru ia cipta.
Adapun orang-orang yang hadir di rumah Tuanku Burhan tempat diadakannya pertemuan tersebut adalah Tuanku Burhan, sebagai tuan rumah, AK Abdullah, A. Aziz Kunun suami istri, Samaun Gaharu, T Hamzah dan istri, Mayor T Ismail dan istri (Cut Jah Samalanga), Nyak Adam Kamil dan istri, Alm T Djohan, Cut Ainun Mardiah (Pocut Seulimum), T Ismail Bitai, Alm Ny Hamidi, dan AD Manua. Atas kesepakatan bersama para tokoh-tokoh ini, maka disetujuilah untuk menjadikan tari tersebut sebagai tari persembahan, dan diberi nama Ranub Lampuan, nama diusulkan oleh Tuanku Burhan dan dipilihlah AD Manua untuk membuat iringan orkestra atau band yang selanjutnya di aransir oleh Max Sapulete. Max Sapulete juga mengubah variasi pembukaan lagu tersebut.
Penari pertamanya adalah Ida Burhan, Tri Suyatinah, Murniati, Nong Bit, Sri Mukmintasi, Cut Keumala almarhumah, Romlah, Nurhasmi Hamidi dan Ola Lengkaplah sudah perangkat tari tersebut sebagai tari persembahan yang siap di tampilkan.
Ranub Lampuan dalam bahasa Aceh, berarti sirih dalam puan. Puan adalah tempat sirih khas Aceh. Karya tari yang berlatar belakang adat istiadat masyarakat Aceh, khususnya adat pada penyambutan tamu. Secara koreografi tari ini menceritakan bagaimana dara-dara Aceh menghidangkan sirih kepada tamu yang datang, yang geraknya menceritakan proses memetik, membungkus, meletakannya daun sirih ke dalam puan, sampai menyuguhkan sirih kepada yang datang.
Ranub Lampuan merupakan kreasi mentradisi setelah menjalani proses panjang untuk menjadi tari tradisi dengan terus menyesuaikan diri sesuai zaman. Maka tahun 1959 ketika tim kesenian Aceh akan melakukan lawatan kerajaan ke Malaysia dalam rangka pertukaran cendramata, tari Ranub Lampuan dimodis dengan menambah tiga orang penari pria, dua penari sebagai pemegang pedang dan satu penari sebagai pemegang vandel.
Sekitar tahun 1966, setelah mendengar saran dari para tetua adat, bahwa pekerjaan menyuguhkan sirih adalah pekerjaan kaum perempuan, maka alangkah baiknya jika tari tersebut ditarikan oleh perempuan saja. Begitu juga tentang persoalan durasi waktu pertunjukan yang dirasakan terlalu panjang, sehingga tari Ranub Lampuan mengalami pemadatan. Hal ini berjalan sekitar delapan tahun.
Pasca PKA II tahun 1972, dengan munculnya seni tradisional memberi pengaruh terhadap tari Ranub Lampuan khususnya untuk iringan tarian. Semula iringan musik Orkes atau band selanjutnya peran ini diganti dengan iringan alat musik tradisional yaitu Serune kale, Gendrang, dan Rapa‘i. Pengubahan ini sejalan dengan permintaan dari panitia Festival tari tingkat nasional 1974 yang meminta tari tradisional tampil dengan diiringi musik tradisional pula. Hal itu diubah ketika acara peresmian gedung pertamina di Blang Padang.
Ranub Lampuan awalnya ditampilkan khusus di atas pentas (stage), ketika menyambut kedatangan Presiden Suharto. Pertunjukan tersebut diadakan di meuligoe gubernuran dengan menyaiapkan pentas khusus untuk penampilan tari ini. Ketika Lembaga Kebudayaan Aceh (LKA) menggalakkan adat-adat Aceh, tarian Ranub Lampuan mulai tampil di luar halaman.
Yuslizar meninggal dunia 6 Januari 1982 (25 tahun lalu), tapi karya-karya monumentalnya masih tetap kita nikmati dan abadi dalam ranah adat budaya orang Aceh. Inilah yang mesti menjadi kesadaran kolektif masyarakat Aceh, khususnya seniman tari agar berani berkreasi. Kita merindukan seorang “Yuslizar Baru” dalam khasanah tari tradisional yang bernafaskan Aceh.
(Dikutip dari Serambi Indonesia ,2007 penulis :Murtala, Mahasiswa ISI Surakarta)
Label: Budaya Indonesia
Tari Seudati adalah nama tarian yang berasal dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.
Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.
Label: Budaya Indonesia
